Kembali ke Proyek
Technology

Custom ERP untuk Distributor FMCG

Mengganti sistem legacy dengan ERP custom untuk rantai distribusi kompleks.

FMCG & Distribusi
2024
8 bulan
Ringkasan

Distributor FMCG besar ini mengelola ratusan SKU dari belasan principal, didistribusikan ke ribuan outlet melalui jaringan multi-gudang di beberapa provinsi. Sistem ERP legacy yang mereka gunakan sudah berusia lebih dari satu dekade: lambat, sulit di-customize, dan biaya maintenance-nya terus meningkat setiap tahun. Tapi mengganti ERP bukan keputusan ringan. Ini adalah tulang punggung operasional yang jika salah langkah bisa melumpuhkan bisnis. Kami diminta untuk membangun ERP custom yang sesuai dengan cara kerja mereka, bukan sebaliknya.

Kenapa Custom, Bukan Off-the-Shelf?

Pertanyaan ini selalu muncul dan memang seharusnya ditanyakan. Sebelum memutuskan membangun custom, kami melakukan evaluasi terhadap beberapa solusi ERP yang tersedia di pasar. Hasilnya: tidak ada yang cocok. Bisnis distribusi FMCG di Indonesia punya karakteristik unik yang jarang diakomodasi oleh ERP global: skema diskon bertingkat yang berbeda per principal, sistem retur yang kompleks, pembayaran tempo yang bervariasi per outlet, dan kebutuhan untuk beroperasi di area dengan konektivitas internet yang tidak stabil. ERP off-the-shelf membutuhkan customization yang begitu banyak hingga biayanya akan melebihi membangun dari nol, dengan risiko ketergantungan pada vendor yang lebih besar.

Kompleksitas Bisnis Distribusi

Multi-gudang dengan stok berbeda

Setiap gudang punya alokasi stok yang berbeda berdasarkan coverage area dan demand pattern. Transfer antar gudang harus smooth tanpa kehilangan visibility.

Ratusan SKU dengan aturan berbeda

Setiap principal punya aturan bisnis sendiri: batas minimal order, skema diskon bertingkat, kebijakan retur, dan periode pembayaran yang berbeda-beda.

Salesman di lapangan dengan koneksi terbatas

Tim sales yang beroperasi di area rural membutuhkan kemampuan untuk input order dan cek stok bahkan ketika koneksi internet tidak tersedia.

Migrasi dari sistem legacy tanpa downtime

Operasional tidak boleh berhenti satu hari pun. Migrasi harus dilakukan bertahap dengan zero data loss dan minimal disrupsi.

Arsitektur Solusi

Multi-warehouse inventory engine

Sistem inventory terpusat dengan kemampuan alokasi per gudang, transfer tracking real-time, dan automated reorder point berdasarkan historical demand.

Configurable business rules engine

Rules engine yang memungkinkan konfigurasi aturan bisnis per principal tanpa coding. Admin bisa mengatur skema diskon, minimum order, dan kebijakan retur lewat interface.

Offline-first mobile app

Aplikasi mobile untuk salesman yang bisa beroperasi penuh secara offline. Data akan otomatis sync ketika koneksi tersedia, dengan conflict resolution yang cerdas.

Phased migration strategy

Migrasi dilakukan per modul, per gudang. Dimulai dari gudang terkecil sebagai pilot, lalu di-rollout bertahap ke seluruh jaringan dengan parallel running di setiap fase.

Timeline Pengembangan

01

Business Process Deep Dive (Bulan 1)

Kami menerjunkan tim ke gudang, ikut salesman ke lapangan, dan duduk bersama tim finance untuk memahami setiap nuansa proses bisnis. Dokumentasi ini menjadi blueprint pengembangan.

02

Core Module Development (Bulan 2-4)

Pengembangan modul inti: inventory management, order processing, dan invoicing. Setiap modul di-test intensif dengan data real dari operasional sehari-hari.

03

Mobile App & Offline Capability (Bulan 3-5)

Pengembangan paralel aplikasi mobile untuk salesman dengan kemampuan offline-first. Testing dilakukan di area dengan koneksi terburuk untuk memastikan reliabilitas.

04

Integration & Reporting (Bulan 5-6)

Integrasi seluruh modul, pengembangan reporting dashboard, dan koneksi dengan sistem accounting yang sudah ada.

05

Pilot & Rollout (Bulan 6-8)

Pilot di satu gudang selama 1 bulan, evaluasi dan refinement, lalu rollout bertahap ke seluruh jaringan dengan training dan pendampingan di setiap lokasi.

Hasil Setelah Full Rollout

35%

Pengurangan stok mati (dead stock)

98.5%

Akurasi inventory (dari 92%)

50%

Pengurangan biaya maintenance IT

2x

Kecepatan order processing

Pelajaran Terbesar: Sistem Harus Mengikuti Bisnis

Di banyak implementasi ERP, bisnis dipaksa berubah mengikuti sistem. Kami membalikkan paradigma ini. Sistem kami dirancang untuk mengikuti cara bisnis beroperasi, dengan fleksibilitas untuk berkembang seiring berubahnya kebutuhan bisnis. Rules engine yang configurable berarti ketika ada principal baru dengan skema bisnis yang berbeda, tim admin bisa mengakomodasinya sendiri tanpa menunggu developer. Ini bukan hanya efisiensi teknis, tapi otonomi bisnis.

ERP yang baik tidak terasa seperti software baru. Ia terasa seperti cara kerja yang sudah seharusnya dari dulu.

Feedback dari operations manager setelah 1 bulan go-live

Hasil

ERP yang Menjadi Keunggulan Kompetitif

Setelah full rollout, distributor ini tidak hanya mendapatkan efisiensi operasional. Mereka mendapatkan keunggulan kompetitif. Kemampuan untuk onboard principal baru dalam hitungan hari (bukan bulan), visibilitas stok real-time di seluruh jaringan, dan tim sales yang bisa beroperasi di mana pun tanpa kendala koneksi. Biaya maintenance IT turun 50% dibanding sistem legacy, dan yang lebih penting, sistem ini bisa berkembang seiring pertumbuhan bisnis tanpa perlu overhaul besar-besaran.

Punya tantangan serupa?

Mari Bicara Soal Solusi untuk Anda

Setiap bisnis punya tantangan unik. Ceritakan kebutuhan Anda, dan kami akan bantu carikan pendekatan yang paling tepat.